Bukan wanita saja yang harus bersih, pria juga harus rajin membersihkan area organ intimnya dengan benar dan tidak sembarangan. Selain membantu menjaga kesehatan reproduksi, hal ini juga membantu mencegah timbulnya penyakin kulit di area organ intim.
Sama ibarat semua penggalan tubuh anda, area organ intim ibarat penis, selangkangan dan testis juga praktis kotor. Terlebih area ini dekat dengan anus, sehingga tinggi resiko untuk dihinggapi oleh berbagai jenis basil penyebab infeksi.
Berikut 5 Tipsnya:
- Gunakan Sabun Dan Air HangatPastikan anda memilih sabun yang lembut, lantaran kulit sekitar kelamin sangat sensitif dan praktis terluka, termasuk oleh sabun kasar. Penggunaan air hangat lebih disarankan lantaran mampu membantu menyingkirkan kotoran dan bakteri. Yang terpenting, jangan membersihkan area organ intim terlalu bernafsu dan terlalu sering.
- Cukur Rambut di Area Organ IntimSetiap pria memiliki rambut kemaluan, hanya saja banyak berbeda. Yang perlu anda ketahui, anda tidak harus benar-benar mencukur habis semua rambut kemaluan tersebut. Cukup rapikan pada area yang biasanya lebih murah berkeringat, sehingga tidak menjadi tempat menumpuknya sel-sel kulit dan sebum dari tuuh. Hati-hati saat melakukan tindakan ini.
- Bersihkan Sebelum dan Sesudah BercintaMembersihkan area organ intim tak hanya penting dilakukan sebelum bercinta, tapi juga setelahnya. Pasca bercinta, biasanya penis akan menjadi basah. Cairan yang berada di area kemaluan tersebut mampu menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri, terutama sehabis mengering. Jadi jangan hanya mengandalkan tisu untuk membersihkannya, tapi gunakan air hangat dan sabun yang lembut.
- Cuci Lebih Seksama Jika Tidak DisunatBagi pria yang tidak disunat, maka proses pembersihan area organ intim harus lebih teliti. Ini lantaran penggalan bawah kulup sangat rentan menjadi tempat berkumpulnya bakteri, yang mampu menyebabkan abuh dan bacin tak sedap.
- Kurangi Penggunaan Celana Dalam KetatSaat tidur malam, sebaiknya hindari penggunaan celana dalam yang ketat. Ini lantaran hal tersebut mampu membuat penis terus-menerus bergesekkan dengan celana, yang kemudian menyebabkan keringat dan infeksi.

Komentar
Posting Komentar